Keindahan dan Sensualitas Wanita
GELAPNYA BIOSKOP
:: 15-04-2009
Saya dan teman-teman mengadakan acara nonton bareng di sebuah mall di Surabaya. Sebelumnya, kami menyempatkan diri untuk membeli minuman di supermarket. Setelah itu, kami antri untuk beli tiket. Pada saat mau masuk bioskop, tiba-tiba teman saya, Boi’im, dihadang oleh satpam yang berkata tidak boleh bawa minuman dari luar selain dari cafe ini. tidak mau rugi, terpaksa ia menghabiskan minuman botol besar itu sebelum masuk bioskop. Lagi enak-enaknya nonton film, Boi’im pun berkata pada saya kalau ia kebelet kencing. Mungkin lantaran efek minum yang banyak tadi dan dinginnya suhu dalam bioskop. Karena merasa sudah sangat-sangat kebelet, Boi’im tampak gelisah. Ia pun berdiri di tengah gelapnya ruang bioskop. Dan mendadak saja saya mendengar suara “gubrakkk!” saya lihat posisi Boi’im sudah tengkurap tepat di bawah layar cinema. ternyata saking kebeletnya, ia tadi berlari. Tapi karena ruang yang gelap, Boi’im terguling dari tangga hingga ke depan layar cinema. Seluruh penonton pun tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan peristiwa ini. Saking malunya, hingga film usai Boi’im tidak kembali dari toilet.
RIZAL, SURABAYA
BECAK RACING
:: 08-04-2009
Ketika baru lulus SMU, kami berempat pergi ke Yogyakarta untuk refreshing. Agar bisa jalan-jalan pada pusat kota, kami sepakat untuk mengambil penginapan murah di daerah Malioboro. Malam itu kami mengitari pusat kota dengan jalan kaki. Tak terasa kami sudah jauh sekali jalan sehingga malas untuk kembali ke penginapan dengan jalan kaki. Karena sudah larut malam, kami pun tidak menjumpai angkutan kota. Kami hanya menjumpai sebuah becak dengan tukangnya yang tertidur pulas. Dengan segala rayu, akhirnya tukang becak itu mau mengangkut kami berempat, dua orang duduk di sadel dan dua lagi duduk pada pijakan kaki. Beruntung jalan menuju penginapan kami sedikit menurun sehingga tidak menyiksa si tukangnya.
Sayangnya, tukang becak masih setengah ngantuk dan tidak bisa kendalikan kencangnya jalan becak saat jalan menurun. Alhasil, tepat di tikungan tajam laju becak jadi berdecit. Dan kami berempat terguling hingga masuk ke dalam warung makan lesehan. Semua orang di lesehan yang kesal karena terganggu suasana makannya akhirnya jadi tertawa melihat kami semua. Aduh malunya bukan main...
MARMAN, JAKARTA
ICE SKATING MENYEBALKAN
:: 01-04-2009
Kejadian bermula ketika saya diajak oleh keluarga paman untuk jalan-jalan ke sebuah mal mewah di Jakarta Barat bersama anak perempuannya yang baru kelas 3 SD. Sebagai kakak sepupu yang ganteng, saya menemani anak Om saya itu kemana pun ia pergi di dalam mal tersebut, termasuk menemani ia main ice skating. Sebenarnya saya tidak suka main ice skating karena memang saya sama sekali tidak bisa. Tetapi apa daya, karena adik saya ini merengek-rengek meminta saya untuk ikut main, akhirnya saya setuju. Dan benar firasat saya. Dari tempat memakai sepatu sampai ke lantai es saya harus berjuang setengah mati supaya tidak jatuh. Apalagi lantai es nya sangat licin sekali. Dengan bersusah payah akhirnya saya hanya menyandarkan tubuh sambil berdiri melihat adik saya itu meluncur dan memutar dengan kencang melewati saya beberapa kali. Tidak disangka, ternyata ada rombongan gadis-gadis cantik yang juga sedang bermain ice skating. Mereka tampak riang sekali bersenda gurau.
Perlahan-lahan posisi mereka pun mendekati tempat saya bersandar pada sebuah besi. Otomatis saya langsung pasang gaya dan senyum hangat. Melihat saya seperti itu, mereka membalas senyuman saya. Belum hilang senyum hangat saya, tiba-tiba adik saya menghampiri saya dan berteriak, “Bang, ayo dong. Sini adek tuntun pegangin, deh! Nggak akan jatuh, kok. Janji!” Melihat reaksi adik saya itu, kontan senyuman hangat gadis-gadis berubah menjadi derai tawa. Hancur sudah harapan saya! Sambil menahan malu, saya pun berjalan pelan-pelan layaknya orang jompo supaya tidak jatuh dengan tuntunan adik saya yang baru kelas 3 SD.
Dr. DONI FRIADI, JAKARTA
Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda,
TINTA KOPI
:: 25-03-2009
Kejadian ini terjadi saat pemilu beberapa tahun lalu. Dengan semangat saya bergegas menuju TPS yang antriannya cukup panjang. Pada antrian padat itu saya sempat curi-curi pandang ke sesosok wanita seksi yang ada di belakang saya. Gerak-gerik wanita itu tidak hanya menarik minat saya, tapi juga para anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang umumnya bapak-bapak. Ketika tiba di meja KPPS, saya pun tidak mau rugi begitu saja dengan melewatkan pemandangan indah. Saya terus berusaha curi curi pandang pada wanita di belakang saya. Saya mencelupkan jari telunjuk saya pada gelas tinta dengan lirikan mata yang masih menyorot ke arah si seksi. Tapi tiba-tiba, “Auuw...” saya teriak dengan keras karena jari saya merasakan panas yang luar biasa. Setelah saya tengok, ternyata jari saya tadi bukan masuk ke dalam gelas tinta hitam melainkan pada gelas kopi bapak KPPS. Karena gerak reflek saya tadi, kopi tersebut tumpah membasahi taplak meja dan beberapa kertas untuk mencoblos. Semua orang, termasuk si seksi juga melihat saya dengan tatapan penuh tawa. Tak mau berlama-lama di TPS, setelah mencoblos saya pun langsung kabur. Tentu kali ini tanpa melirik si seksi lagi.
AGO, JAKARTA
Mau dapat kisah nyata yang seru langsung di Handphone anda,
SAMBAL LATAH
:: 25-03-2009
Pagi itu seperti biasa sebelum berangkat kuliah saya sarapan ketupat sayur langganan dengan sambal menggoda. Setelah itu saya langsung mencegat angkot dan segera mencari posisi duduk terbaik tepat di belakang sopir. Tak berapa lama ongkos pun terkumpul dan diberikan kepada sopir. Seperempat jam perjalan, pengaruh sambal mulai terasa. Hasrat untuk cepat sampai tujuan hanya sebatas harapan mengingat terjadinya kemacetan. Pikiran aneh mulai berkecamuk. Walhasil, pertahanan saya lepas untuk menahan arus “angin” lambung. Angin yang terlepas ini ternyata memiliki durasi cukup lama sehingga seisi kendaraan jadi mabuk darat. Tak terkecuali pak sopir. Hal ini membuat kecurigaan satu sama lain. Dan rupanya pak supir sudah berpengalaman menghadapi situasi ini. “Maaf, ini ada yang belum bayar kayaknya, ya? Atau yang kentut belum bayar?” ujar pak supir. Tanpa sadar sama sekali saya menyahut dengan setengah protes, “Lho, tadi kan saya sudah bayar, Pak!” Kemudian beragam tatapan mengarah kepada saya yang seolah mendakwa saya. Alamaaak! Malunya bukan kepalang. Tanpa pikir panjang, saya segera turun dan menghilang di tengah kemacetan.
DZUBAIDI, JAKARTA
JACKPOT MASUK ANGIN
:: 04-03-2009
Saya dan pacar (sekarang sudah jadi istri) dulu senang dengan tantangan gila, termasuk beradegan panas di ruang tamu meski di rumahnya ada kedua orang tuanya. Bagi kami, walau tidak klimaks, tapi aksi seperti itu bisa jadi pengalaman dahsyat. Malam itu kami berdua terus bercumbu di ruang tamu yang dilanjutakan dengan aksi oral oleh pacar saya. Padahal di ruaang keluarga yang dibatasi oleh partiai terdapat ibunya yang sedang nonton TV. Ketika saya ejakulasi, seperti biasa limbah hasilnya ditampung terlebih dulu di dalam mulut pacar saya dan kemudian di buang di toilet.
Tanpa diduga, saat pacar saya lewat ruang keluarga untuk menuju toilet, tiba-tiba ia diajak bicara oleh ibunya. Karena dipikir tahu jawabnya, pacar saya yang latah itu pun tanpa sengaja menjawab pertanyaan ibunya. Bisa ditebak, kontan saja seluruh 'limbah' tadi tumpah ke lantai dengan disaksikan ibunya yang ikut panik melihat anaknya muntah. Secepat kilat saya berlari ke ruang tengah dan membersihkan tumpahan itu dengan tangan seadanya untuk menghindari bau khas “limbah” itu tercium oleh ibunya yang tentu saja sudah berpengalaman dalam hal ini. Dan pacar saya pun beralasan sedang masuk angin. Setelah itu, meledaklah tawa kami berdua.
INEK, JAKARTA
DOUBLE TIPS
:: 25-02-2009
Kejadian ini saya alami saat melaksanakan training di salah satu hotel di Bali. Saya sebagai room service. Waktu itu, ada tamu yang memesan diantarkan es batu ke kamarnya. Pesanan diterima oleh order taker yang segera menyerahkannya kepada staf. Namun herannya tidak ada satupun dari staf yang bergegas menyiapkan pesanan sederhana itu, karena mereka pikir si tamu nggak akan memberikan persenan yang lumayan. Mereka pun menugaskan saya untuk menyiapkan dan mengantarkan pesanan itu ke tamu tersebut. Saya pikir boleh saja daripada nggak ada kerjaan.
Sesampainya di depan kamar, saya memasuki kamar dan merasa sedikit kaget (tetapi saya coba tutupi.. he he). Di dalam kamar itu ternyata ada sekitar enam orang wanita yang semuanya hanya mengenakan bikini dan satu orang wanita yang tidak memakai penutup atasan sama sekali saat itu. Ternyata mereka sedang mengadakan private party. Mereka minta saya meletakkan es batu yang saya bawa itu di meja. Setelah semua permintaan tambahan dari mereka selesai, mereka memberikan saya uang dan serempak bilang “Cheers” sambil menanggalkan bikini yang mereka pakai saat itu. Kontan saya terkejut, tidak yakin dengan apa yang saya lihat. Karena tadi melihat sambil kaget, saya minta mereka memperlihatkan sekali lagi dada mereka. Ternyata mereka mau membuka kembali bikini yang barusan mereka tanggalkan. Jadi malam itu saya mendapatkan “Double Tips” yang tak terduga. Thanks gals....
BAGUS, BALI
HADIAH UNTUK IBU
:: 18-02-2009
Saya tinggal dengan ibu, tetapi bekerja di lepas pantai, jadi hanya sesekali ketemu. Natal tahun lalu, saya terlambat kembali ke darat. Ibupun menelpon untuk mengucapkan selamat. Lalu, saya teringat sudah membelikan ibu hadiah natal. Saya lantas menyuruh ibu membuka laci ketiga lemari saya dan menemukan hadiah. Entah karena apa, ibu malah mengambil hadiah di laci paling atas lemari saya, yang saya siapkan untuk pasangan saya. Betapa terkejutnya ibu, ketika menemukan hadiah itu ternyata satu set lingerie yang hot dan seksi. Kontan, ibu marah-marah pada saya. Ketika pulang, saya menukar hadiah ibu dengan hadiah seharusnya yaitu buku berkebun. Tapi ibu tetap menjewer saya.
DONI, JAKARTA

Humas PN Jaksel, Artha Theresia yang ditemui tim Kapanlagi.com membenarkan adanya gugatan yang dilayangkan Glenn. "Benar Glenn Fredly telah mendaftarkan gugatannya terhadap Dewi Sandra melalui pengacaranya, Dody Haryanto, didaftarkan tanggal 12 Maret 2009," ungkap Artha yang ditemui hari Senin (23/03).
Gugatan bernomor 904.pdt.G/2009/PN/Jaksel ini akan mulai disidangkan pada awal April dengan majelis hakim Prasetyo Ibnu Asmara, SH. "Jadwalnya sidang pertama tanggal 2 April, jam 10.00. Majelis hakimnya pun sudah kita tentukan, ketua majelisnya, Prasetyo Ibnu Asmara, SH. Anggota Drs. Hari Sasongko dan Mustari, SH." tambah Artha.
Humas PN Jakarta Selatan ini juga menegaskan kalau kedua belah pihak sudah mendapat panggilan untuk menghadiri persidangan, "Sudah (mendapat panggilan), kalau jadwalnya sudah ditentukan kedua belah pihak sudah kita panggil, dan kita harapkan untuk hadir karena seperti biasa agendanya mediasi." (kpl/hen/erl)"Di project kita ke depan di album ketiga kita sudah merancang untuk bikin sesuatu yang sensasional, tapi tetap tidak lepas pada garis besar musik Melayu," terang Pepep di RCTI, Selasa (24/3).
Menurut penggebuk drum ini ST12 tetap akan menggunakan musik Melayu karena dianggap sebagai salah satu musik asli milik Indonesia. "Kemudian banyak band lain pada ngekor, itu bukan masalah. Bagi kami dan itu sah-sah saja sebagai sebuah karya," tandasnya.
Sesuatu yang sedikit beda itu tak lain ST12 akan bikin lagu-lagu yang sifatnya nasionalis. "Dan ada lagu yang menurut kami fenomenal tapi masih kita rahasiakan. Mudahan-mudahan ini akan turun mendongkrak penjualan kaset," ujar Pepep.
ST12 sendiri merasa sangat prihatin kalau mendengar penjualan kaset yang selalu 'jomplang' dengan RBT (Ring Back Tone). Walau relatif baru di industri musik, kesuksesan RBT mereka berhasil menggeser penjualan kaset.
"Banyak bedanya RBT dengan kaset. Di RBT lagu tidak lengkap beda dengan kaset. Kita sih pinginnya keduanya seimbang, jadi ada semangat berkarya gitu," pungkas Pepep. (kpl/ang/bun)